MAKALAH
PEMBELAJARAN TEMATIK
Di susn
Oleh : ITA HIKAYATI
Dosen
Pengampu : NINA HIDAYATI
Kelas : PGMI-C
Sekolah
Tinggi Agama Islam ( STAIN ) Ponorogo
2012
PENDAHULUAN
Pembelajaran tematik sering
disebut dengan pembelajaran terpadu dan dipersamakan dengan integrated teaching
and learning,intgrated curriculum approach,a coherent curriculum approach.Beans,1993
dalam Sa’ud,dkk.,2006 memberikan pengertian bahwa pembelajaran terpadu adalah
pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan siswa-siswi dalam pembentukan
pengetahuan berdasarkan pada interaksi dengan lingkungan dan pengalaman
kehidupannya.Sub bahasan pada pembelajaran tematik ini disesuaikan dengan
prinsip-prinsip proses pembelajaran model PAKEM dan sesuai dengan perkembangan
kondisi mahasiswa-mahasiswi serta sarana-prasarana pendukung yang ada.Dalam
makalah ini akan dibahas tentang konsep dasar pemetaan tema,yang pembahasannya
meliputi pengertian,cara menentukan tema dan prinsip pengembangan dan pemilihan
tema.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian pemetaan tema ?
2. Bagaimana
cara menentukan tema dalam pembelajaran tematik ?
3. Bagaimana
cara mengidentifikasi prinsip-prinsip pengembanagan dan pemilihan tema?
BAB V
KONSEP
DASAR PEMETAAN TEMA
A.Pengertian pemetaan Tema dalam Pembelajaran
Tematik
Pemetaan tema adalah suatu
kegiatan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar
kompetensi,kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang
dipadukan dalam tema yang dipilih.Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran
yang mengintegrasikan materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui
keterpaduan tema.Tema menjadi pengikat dalam keterkaitan antara satu mata
pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.Pada model pembelajaran ini guru
menyajikan pembelajaran dengan tema dan sub tema yang disepakati dan
dihubungkan dengan antar mata pelajaran sehingga siswa-siswi memperoleh
pandangan dan pandangan yang utuh tentang kegiatan dari mata pelajaran yang
berbeda-beda ( Sukayati,1998 )[1].
Sebagaimana Sukayati,Subroto
(1998) menegaskan bahwa dalam pembelajaran tematik yang juga disebut
pembelajaran terpadu model terkait,pelajaran dimulai dari suatu tema.Tema
diramu dari kompetensi dasar dan indikator dari beberapa mata pelajaran yang
dijabarkan dalam konsep,keterampilan atau kemampuan yang ingin dikembangkan dan
didasarkan atas situasi dan kondisi kelas,guru,madrasah dan lingkungan.Dengan
demikian,menurut Sukayati (2004) siswa-siswi mempunyai motivasi tinggi karena
pelajaran melalui tema ini akan memudahkan mereka dalam melihat bagaimana
berbagai kegiatan dan gagasan dapat saling terkait tanpa harus melihat
batas-batas pemisah beberapa mata pelajaran[2].
Pembelajaran
tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran
sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. Sedangkan
tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan[3]
Pemetaan tema
juga disebut sebagai peta statistik atau peta tujuan khusus yang penyajiannya
menggunakan ruangan tempat tertentu sesuaidengan tema tertentu. Berbeda
dengan peta rujukan yang memperlihatkan pengkhususan geografi
(hutan,jalan,perbatasan administratif) peta-peta tematik lebih menekankan
variasi penggunaan ruangan daripada sebuah jumlah atau lebih dari distribusi
geografis. Distribusi ini bisa saja merupakan fenomena fisikal seperti iklim
atau ciri-ciri khas manusia seperti kepadatan penduduk atau permasalahan
kesehatan[4].
B. Cara Menentukan Tema
Pemetaan tema dapat dilakukan dengan berbagai
cara.Namun demikian,tidak ada cara yang terbaik untuk menentukan tema tetapi
tergantung dari situasi dan kondisi karena pada dasarnya pembelajaran tematik
bergantung pada situasi dan kondisi kelas,sekolah,guru atau lingkungan sehingga
prosedur penentuan tema disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Adapun hal-hal yang harus
diperhatikan dalam menentukan tema yaitu sebagai berikut.
·
Tidak semua mata pelajaran
harus dipadukan
·
Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi
dasar lintas semester
·
Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan
dapat diajarkan tersendiri
·
Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam
tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri
sendiri.Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan
berhitung serta penanaman nilai-nilai moral.
·
Tema-tema yang dipilih
disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
Jika
syarat-syarat tersebut telah diketahui, maka penentuan tema bisa dimulai dengan
tahapan persiapan terlebih dahulu berupa :
·
Pemetaan Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar,Indikator dalam tema
·
Penetapan Jaringan
Tema
·
Penyusunan Silabus
Menurut Tim Puskur dari
Departemen Pendidikan Nasional (2006) menentukan tema dapat dilakukan dengan
dua cara.Cara pertama, guru mempelajari standar kompetensi dan kompetensi
dasar yang terdapat dalam tiap-tiap mata
pelajaran,dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.Cara kedua,guru
menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan untuk menentukan tema
tersebut,guru dapat bekerja sama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan
minat dan kebutuhan mereka[6].
C. Prinsip Pengembanagan dan Pemilihan TemaMenurut Tim Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu:
·
Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan
siswa-siswi.Tema yang di[ilih sebaiknya tema-tema yang ada dalam kehidupan
sehari-hari dan dialami anak ( Sukandi dkk.,2003 ).Dalam pembelajaran
tematik,anak belajar tentang dunia nyata sehingga pencapaian kompetensi
dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.Pembelajaran lebih bermakna
karena mudah dipahami.
·
Dari yang termudah menuju yang sulit.Dari yang
sederhana menuju yang kompleks.Dengan demikian maka harus diperhatikan mengenai
urutan logis,keterkaitan antar materi dan cakupan keluasan serta kedalaman
materi ( Tim Pusat Kurikulum Balitbang Departemen Pendidikan Nasional,2006 )
·
Dari yang konkrit menuju yang abstrak.Menurut
Sukandi (2003) dunia anak adalah dunia nyata.Tingkat perkembangan mental anak
selalu dimulai dengan tahap berfikir nyata.
·
Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya
proses berfikir pada diri siswa-siswi dan membangun dan membangun pemahaman
konsep karena adanya sinergi pemahaman antar konsep yang dikema dalam tema.
·
Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan
perkembangan siswa-siswi,termasuk minat dan kebutuhan.Keterkaitan siswa-siswi
pada “apa” yang dipelajari merupakan “pintu” pertama belajar dan menjadi
“kunci” keberhasilan belajar.Sebaliknya jika siswa-siswi tidak tertarik belajar
bisa menjadi faktor kegagalan dalam belajar bagi siswa-siswi (Samani,2007)
·
Menurut Sukandi (2003) tema yang dipilih dapat
mengembangkan tiga ranah sasaran pendidikan secara bersamaan,yaitu
kognitif,keterampilan dan sikap[7].
KESMPULAN
Pemetaan tema merupakan kegiatan untuk memperoleh gambaran
secara menyeluruh dan utuh.Dalam pembuatan tema ditentukan oleh dua cara yang
telah ditetapkan.Pada model pembelajaran ini guru menyajikan pembelajaran
dengan tema dan sub tema yang disepakati dan dihubungkan dengan antar mata
pelajaran sehingg siswa-siswi memperoleh pandangan dan hubungan yang utuh
tentang kegiatan dari mata pelajaran yang berbeda-beda.
DAFTAR
PUSTAKA
Lapis Pembelajaran Tematik,2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar