Sabtu, 24 Maret 2012


MAKALAH PEMBELAJARAN TEMATIK











Di susn Oleh      : ITA HIKAYATI
Dosen Pengampu : NINA HIDAYATI
Kelas     : PGMI-C

Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAIN ) Ponorogo
2012



PENDAHULUAN

Pembelajaran tematik sering disebut dengan pembelajaran terpadu dan dipersamakan dengan integrated teaching and learning,intgrated curriculum approach,a coherent curriculum approach.Beans,1993 dalam Sa’ud,dkk.,2006 memberikan pengertian bahwa pembelajaran terpadu adalah pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan siswa-siswi dalam pembentukan pengetahuan berdasarkan pada interaksi dengan lingkungan dan pengalaman kehidupannya.Sub bahasan pada pembelajaran tematik ini disesuaikan dengan prinsip-prinsip proses pembelajaran model PAKEM dan sesuai dengan perkembangan kondisi mahasiswa-mahasiswi serta sarana-prasarana pendukung yang ada.Dalam makalah ini akan dibahas tentang konsep dasar pemetaan tema,yang pembahasannya meliputi pengertian,cara menentukan tema dan prinsip pengembangan dan pemilihan tema.



RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian pemetaan tema ?
2.      Bagaimana cara menentukan tema dalam pembelajaran tematik ?
3.      Bagaimana cara mengidentifikasi prinsip-prinsip pengembanagan dan pemilihan tema?










BAB V
KONSEP DASAR PEMETAAN TEMA


A.Pengertian pemetaan Tema dalam Pembelajaran Tematik
Pemetaan tema adalah suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi,kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih.Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui keterpaduan tema.Tema menjadi pengikat dalam keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.Pada model pembelajaran ini guru menyajikan pembelajaran dengan tema dan sub tema yang disepakati dan dihubungkan dengan antar mata pelajaran sehingga siswa-siswi memperoleh pandangan dan pandangan yang utuh tentang kegiatan dari mata pelajaran yang berbeda-beda ( Sukayati,1998 )[1].
Sebagaimana Sukayati,Subroto (1998) menegaskan bahwa dalam pembelajaran tematik yang juga disebut pembelajaran terpadu model terkait,pelajaran dimulai dari suatu tema.Tema diramu dari kompetensi dasar dan indikator dari beberapa mata pelajaran yang dijabarkan dalam konsep,keterampilan atau kemampuan yang ingin dikembangkan dan didasarkan atas situasi dan kondisi kelas,guru,madrasah dan lingkungan.Dengan demikian,menurut Sukayati (2004) siswa-siswi mempunyai motivasi tinggi karena pelajaran melalui tema ini akan memudahkan mereka dalam melihat bagaimana berbagai kegiatan dan gagasan dapat saling terkait tanpa harus melihat batas-batas pemisah beberapa mata pelajaran[2].
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk        mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. Sedangkan tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan[3]


Pemetaan tema  juga disebut sebagai peta statistik atau peta tujuan khusus yang  penyajiannya  menggunakan ruangan tempat tertentu sesuaidengan tema tertentu. Berbeda dengan peta rujukan yang memperlihatkan pengkhususan geografi (hutan,jalan,perbatasan administratif) peta-peta tematik lebih menekankan variasi penggunaan ruangan daripada sebuah jumlah atau lebih dari distribusi geografis. Distribusi ini bisa saja merupakan fenomena fisikal seperti iklim atau ciri-ciri khas manusia seperti kepadatan penduduk atau permasalahan kesehatan[4].
B. Cara Menentukan Tema
Pemetaan tema dapat dilakukan dengan berbagai cara.Namun demikian,tidak ada cara yang terbaik untuk menentukan tema tetapi tergantung dari situasi dan kondisi karena pada dasarnya pembelajaran tematik bergantung pada situasi dan kondisi kelas,sekolah,guru atau lingkungan sehingga prosedur penentuan tema disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan tema yaitu sebagai berikut.
·        Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
·         Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester
·         Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri
·         Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri.Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral.
·        Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
Jika syarat-syarat tersebut telah diketahui, maka penentuan tema bisa dimulai dengan tahapan persiapan terlebih dahulu berupa :

·        Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar,Indikator dalam tema
·        Penetapan Jaringan Tema
·        Penyusunan Silabus
·        Penyusunan Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran[5]
Menurut Tim Puskur dari Departemen Pendidikan Nasional (2006) menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara.Cara pertama, guru mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar  yang terdapat dalam tiap-tiap mata pelajaran,dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.Cara kedua,guru menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan untuk menentukan tema tersebut,guru dapat bekerja sama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka[6].
C. Prinsip Pengembanagan dan Pemilihan Tema
Menurut Tim Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu:
·        Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa-siswi.Tema yang di[ilih sebaiknya tema-tema yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan dialami anak ( Sukandi dkk.,2003 ).Dalam pembelajaran tematik,anak belajar tentang dunia nyata sehingga pencapaian kompetensi dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.Pembelajaran lebih bermakna karena mudah dipahami.
·        Dari yang termudah menuju yang sulit.Dari yang sederhana menuju yang kompleks.Dengan demikian maka harus diperhatikan mengenai urutan logis,keterkaitan antar materi dan cakupan keluasan serta kedalaman materi ( Tim Pusat Kurikulum Balitbang Departemen Pendidikan Nasional,2006 )
·        Dari yang konkrit menuju yang abstrak.Menurut Sukandi (2003) dunia anak adalah dunia nyata.Tingkat perkembangan mental anak selalu dimulai dengan tahap berfikir nyata.
·        Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berfikir pada diri siswa-siswi dan membangun dan membangun pemahaman konsep karena adanya sinergi pemahaman antar konsep yang dikema dalam tema.
·        Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa-siswi,termasuk minat dan kebutuhan.Keterkaitan siswa-siswi pada “apa” yang dipelajari merupakan “pintu” pertama belajar dan menjadi “kunci” keberhasilan belajar.Sebaliknya jika siswa-siswi tidak tertarik belajar bisa menjadi faktor kegagalan dalam belajar bagi siswa-siswi (Samani,2007)
·        Menurut Sukandi (2003) tema yang dipilih dapat mengembangkan tiga ranah sasaran pendidikan secara bersamaan,yaitu kognitif,keterampilan dan sikap[7].







KESMPULAN
Pemetaan tema merupakan kegiatan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.Dalam pembuatan tema ditentukan oleh dua cara yang telah ditetapkan.Pada model pembelajaran ini guru menyajikan pembelajaran dengan tema dan sub tema yang disepakati dan dihubungkan dengan antar mata pelajaran sehingg siswa-siswi memperoleh pandangan dan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari mata pelajaran yang berbeda-beda.




DAFTAR PUSTAKA

Lapis Pembelajaran Tematik,2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar